Selasa, 31 Juli 2012

Resume Pedagogik BAB 7: Kasih Sayang, Kewibawaan, dan Tanggung Jawab Pendidikan

Diposting oleh littlecloud di 00.13

Bab 7
KASIH SAYANG, KEWIBAWAAN, DAN TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN
Pengertian Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan pola hubungan yang unik diantara dua orang manusia atau lebih. Pola hubungan ini ditandai oleh adanya perasaan kasih sayang, saling mengasihi, saling mencintai, saling memperhatikan dan saling memberi. Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa kasih sayang adalah kebutuhan alami manusia. Manusia tidak bisa hidup tanpa makanan dan minuman, demikian juga manusia tidak bisa hidup tanpa kasih sayang. Manusia mencintai dirinya dan ingin dicintai oleh orang lain. Anak-anak lebih membutuhkan kasih sayang daripada orang dewasa. Seorang anak tidak begitu peka apakah ia tinggal di gunung atau di istana, jenis pakaian apa yang dikenakan atau menu makanan apa yang dimakan. Anak tidak begitu peka tapi ia sangat peka dengan perasaan orang lain terhadapnya.
Kasih sayang adalah kebutuhan setiap orang, maka kasih sayang sedemikan dahsyat mempengaruhi kehidupan anak manusia. Anak-anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat.
Kasih sayang mempengaruhi kesehatan fisik. Hati yang berbunga-bunga karena limpahan kasih sayang akan menyehatkan saraf dan fisik. Anak-anak yang kenyang dengan kasih sayang orangtuanya, tubuhnya lebih sehat dari anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang. Anak-anak yang besar dalam limpahan kasih sayang orangtua akan menjadi anak-anak yang memiliki hati yang hangat. Karena sudah merasakan kebahagiaan kasih sayang dan orangtuanya, maka ia juga akan memperlakukan orang lain dengan penuh kecintaan. Ketika ia dewasa ia akan belajar mencintai istriya, anak-anaknya, sahabat dan masyarakat disekitarnya dengan maksimal.
Manusia yang dicintai akan membalas kasih sayang orang yang mencintainya. Karena manusia itu pada dasarnya sangat mencintai dirinya, maka ia juga akan mencintai orang yang mencintai dirinya dan memandang dengan pandangan yang positif. Begitu pula anak-anak yang tumbuh dalam lautan kasih sayang orangtuanya akan memandang orangtuanya sebagai manusia yang baik, bisa dipercaya dan patut didengar. Orangtua yang mencintai anaknya akan lebih banyak manuai sukses dalam mendidik anak-anaknya.
Kasih sayang juga akan menyelamatkan anak-anak dari sifat-sifast kerdil. Anak-anak yang kuang atau tidak mendapatkan kasih sayang orangtuanya akan tumbuh sebagai anak yang merasa terkucilkan. Ia akan membenci orangtua dan orang lain dan besar kemungkinan akan menjadi anak-anak yang suka melakukan hal-hal yang berbahaya.
Dalam suatu riwayat, Nabi Musa as bertanya kepada Allah Swt, “Amalan apakah yang paling utama?”, “Kasih sayang kepada anak-anak! Karena fitrah mereka itu atas tauhid dan kalau Aku wafatkan anak-anak tersebut, maka mereka akan Ku-masukkan ke surga!”.
Dalam proses pendidikan di sekolah peran orangtua digantikan oleh pendidik atau guru, pola hubungan mendidik perlu dilandasi oleh kasih sayang dari pendidik kepada perdik agar terjalin ikatan perasaan yang dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Dampak Kasih sayang yang Berlebihan
Kasih sayang orangtua memang penting tapi kalau terlalu berlebihan akan mendatangkan akibat yang tidak diharapkan. Kasih sayang itu seperti air atau makanan kalau diberikan dengan ukuran yang tepat dan dengan jumlah yang tepat, maka anak memberikan hasil yang maksimal, tapi kalau tidak demikian akan berubah menjadi sesuatu yang tidak baik. Kasih sayang yang terlalu berlebihan untuk anak-anak adalah pengkhianatan.
Anak-anak itu bukan mainan orangtua, tapi ia adalah manusia yang masih kecil yang harus dididik untuk menyongsong masa depannya. Orangtua harus sadar bahwa, suatu hari mereka akan lepas dari mereka. Anak-anak juga tidak selamanya anak-anak. Mereka akan tumbuh menjadi dewasa dan harus bergaul delam kehidupan sosial akan mengalami hal0hal yang menyenangkan, menyedihkan, menyengsarakan dan membahagiakan.
Sebagai orangtua yang baik, mereka harus mempersiapkan sesuatu untuk masa depan anak-anak mereka. Mereka harus dididik supaya menjadi manusia yang tangguh di hari esok. Jangan membiarkan mereka menjadi anak-anak yang tidak berdaya, lemah dan selalu mengiba-iba uluran tangan orang lain. Akibat negatif kasih sayang berlebihan:
·         Tumbuhnya sikap ingin diperlakukan istimewa
·         Anak akan mengalami masalah dalam kehidupan rumah tangganya.
·         Anak akan menjadi anak yang sangat rentan dengan masalah, kehilangan kepercayaan diri, tidak berani mengmabil resiko, tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang penting dan selalu mengharapkan uluran tangan oran lain.
·         Anak tidak mau lagi mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
·         Anak bisa jadi memiliki sifat tercela, seperti sombong, egois, minimnya simpati untuk orang lain, dan lain-lain.

Peranan Kasih Sayang Dalam Pendidikan
Peranan kasih sayang dalam pendidikan di sekolah merupakan begian yang tak terpisahkan dalam membentuk sikap, kepribadian dan perilaku anak disamping peran keluarga dan masyarakat. Banyak peran yang semestinya dilakukan oleh seorang pendidik dalam menjalankan proses pendidikan, diantaranya:
a.       Pendidik sebagai pembimbing
b.      Pendidik sebagai pembantuk kepribadian
c.       Pendidik sebagai tempat perlindungan
d.      Pendidik sebagai figur tauladan
e.       Pendidik sebagai sumber pengetahuan
Pengertian Kewibawaan
Kewibawaan atau Gezag, adalah suatu daya mempengaruhi yang terdapat pada seseorang, sehingga orang lain yang berhadapan dengan dia, secara sadar dan suka rela menjadi tunduk dan patuh kepadanya.
Pengenalan dan pengakuan kewibawaan membutuhkan bahasa, sehingga pengenalan dan pengakuan wibawa itu berjalan sejajar dengan tumbuhnya bahasa pada kanak-kanak. Bahasa merupakan tempat pertemuan antara pendidik dan perdik. Dengan bahasa, perdik dapat mengerti apa arti anjuran dan larangan dari pendidik, sehingga dengan demikian dapatlah dikenal dan diakui bewibawa.
Macam-macam Kewibawaan
Ditinjau dari daya mempengaruhi seseorang, maka kewibawaan dapat dibedakan menjadi:
a.       Kewibawaan lahir
Yaitu kewibawaan yang timbul akibat kesan-kesan lahiriah seseorang.
b.      Kewibawaan batin
Seperti adanya rasa cinta, adanya rasa demi kamu, adanya kelebihan batin dan ketaatan kepada norma.
Dua macam kewibawaan itu harus ada dalam pendidikan.
Mempertahankan Kewibawaan dalam Pendidikan
Agar kewibawaan yang dimiliki oleh pendidik tidak goyah, tidak lemah, maka hendaknya pendidik itu selalu:
a.       Bersedia memberi alasan
b.      Bersikap you attitude
c.       Bersikap sabar
d.      Bersikap memberi kebebasan
Kewibawaan dan Perdik
Dapat dikatakan bahwa kewibawaan ialah syarat mutlak (conditiosine qua non) untuk mendidik. Lengeveld berpendapat bahwa pendidikan anak sesungguhnya baru dimulai pada umur 3 tahun. Jika ada usaha yang dimulai atau diberikan sebelum anak berusia 3 tahun, ini disebut dengan pendidikan pendahuluan.
Jika anak sudah dapat mengakui kewibawaan pendidik, maka saat itulah dapat dimulai pendidikan dan pengenalan norma yang sesungguhnya. Anak bukan sekedar harus berbuat sesuai dengan norma secara paksa tanpa mengetahui normanya, melainkan norma itu sendirilah yang diperkenalkan kepada perdik. Maka dari itu, pendidik harus menjadikan diri sendiri menjadi perwujudan norma itu sendiri. Selain itu, ada atau tidaknya pendidik sangat mempengaruhi sifat perdik menghadapi norma.
Adapun tahap-tahap proses penerimaan norma adalah sebagai berikut:
a.       Anak menghadapi pendidik sebagai pendukung norma tertentu, yang selalu dilihatnya melaksanakan norma itu.
b.      Anak kemudian mengerti bahwa tindakan-tindakan tingkah laku pendidiknya itu diatur oleh norma.
c.       Setelah anak menglihat norma terlepas dan si pendukung norma, maka tindakan atau tingkah laku pendidik sebagai pendukung norma, selalu dibandingkan dengan norma yang diketahui anak, juga dengan peraturan atau norma yang dikatakan oleh pendidiknya itu.
d.      Bila ternyata pendidik mempunyai tingkah laku yang cocok dengan norma yang dikemukakannya atau dinasehatinya, maka anak akan menerima norma itu dengan sukarela. Tetapi bila perdidik tahu bahwa tindakan atau perbuatan pendidik itu tidak cocok atau bahkan bertentangan dengan norma yang dinasihatkan, maka anak didik akan menolaknya, dan tidak akan melaksanakan norma itu.
Maka dapat dikatakan perkembangan kewibawaan anak didik ditandai dengan tumbuhnya kepercayaan. Dalam lingkungan pendidikan, kepercayaan yang diberikan oleh pendidik kepada anak didik mempunyai dua arti:
a.       Bahwa keinginan pendidik untuk terus mengikat pribadi anak didik pada dirinya telah dapat diatasi oleh pendidik itu.
b.      Bahwa kepercayaan itu merupakan tempat sumber bagi anak didik untuk tumbuh dan berkembang.
Kepercayaan itu memberikan dorongan kepada perdik agar ia berani dan penuh keyakinaan berusaha supaya ia menjadi dewasa, kedewasaan dapat dikatakan akhir masa pendidikan dalam arti apabila menusia itu telah dianggap menjalankan kewibawaan atas diri dan segala sesuatu yang dipercaya dan disamping itu tetap mengakui serta menurut kepada kewibawaan yang lebih besar dan tinggi.
Pengertian tanggung jawab
Tanggung jawab dalam arti harfiah ialah tanggungan beban untuk menjawab. Atau lebih tegasnya adalah tanggungan beban untuk menerangkan suatu kelakuan tertentu. Bertanggung jawab selalu dalam hubungan dengan orang lain. Bertanggung jawab dapat menerangkan perbuatan kita dan kepentingan kita dengan orang lain. Tidak mengganggu orang lain berarti dewasa secara sosial, dewasa secara sosial berarti dapat bertanggung jawab atas segala perbuatan.
Pendidikan dan Tanggung Jawab
Menyinggung masalah perdik, khususnya pada tingkat dewasa, hendaknya para pendidik harus mengetahui apa yang disebut kedewasaan. Karena pada hakekatnya pendidikan adalah mendewasakan anak. Kedewasaan adalah ketika perdik telah bertanggung jawab atas keadaan dirinya baik secara psikologis, paedagogis, biologis dan sosiologis.
Tanggung Jawab Manusia dalam Ajaran Agama
Ada banyak kewajiban yang dibebankan kepada manusia, dan dapat dikelompokkan pada empat kelompok yaitu:
1.      Tanggung jawab manusia terhadap Tuhan
2.      Tanggung jawab manusia terhadap dirinya
3.      Tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat
4.      Tanggung jawab manusia terhadap keluarga
5.      Tanggung jawab manusia terhadapsanak-kerabat
6.      Tanggung jawab manusia terhadap tetangga
7.      Tanggung jawab manusia terhadap Ayah dan Ibu
8.      Tanggung jawab manusia terhadap anak
9.      Tanggung jawab manusia terhadap alam

1 komentar:

Unknown mengatakan...

bagus artikelnya.,
pengen tau ini di ambinya buku paedagogie karangan n penerbit mana ya. pengen tau daftar pustakanya.

Posting Komentar

 

Me, and In Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review